Pemuluran Waktu Menurut Einstein, selang waktu yang terukur oleh pengamat yang diam terhadap kejadian dan yang terukur oleh pengamat yang bergerak dengan kelajuan konstan terhadap keja
Trang 12 Pemuluran Waktu
Menurut Einstein, selang waktu yang terukur oleh pengamat yang diam
terhadap kejadian dan yang terukur oleh pengamat yang bergerak dengan
kelajuan konstan terhadap kejadian tidaklah sama Hal ini terjadi karena
‘waktu bukanlah suatu besaran yang mutlak Untuk memahami hal tersebut,
tinjaulah Gambar 85
i
Seberkas cahaya dipancarkan dari sebuah sumber S$ menuju sebuah
cermin C yang terpisah pada jarak y Pengamat yang diam terhadap peristiwa
akan mendapati cahaya datang dan cahaya pantul melalui lintasan yang sama,
seperti diperlihatkan pada Gambar 8.5(a) Selang waktu yang diperlukan
oleh cahaya untuk menempuh lintasan bolak-balik adalah
pat
¢
Di Jain pihak, menurut pengamat yang bergerak dengan kelajuan v
terhadap peristiwa akan mendapati lintasan cahaya menjadi seperti yang
diperlihatkan pada Gambar 8.5(b) Dalam selang waktu 4 t, sumber cahaya
telah menempuh jarak AB, yakni 2x =A t Selanjutnya, dengan menggunakan
dalil Phytagoras diperoleh
adalah
atau
‘Sobuah jam atom pernah
seerbangkan kellng dunia
Concorde yang lebih cepat: dart (AJ1-
Kecepacan suara, meslpun
hanya sebiter 0.0002 persen
‘ari Kecepatan cahaya Waktu
pada jam tersebut dbendingkan
{dengan jam atom serupa yang
bereda di Bumi Mestipun
ppengaruh pemuisran waltu
ditung dalam per miyeren
detit, pada kecepaten in jam
ftom itu cukup peka untuk
mmemperihatlan memuluenys
Waktu seperti diramatkan dalam
teori Einstein,
‘pengamet yeng (@) diam dan (2) bergerek dengon kelsjuen
‘totap tarhadep kejsdien
‘untuk membuktikan ødanya pemuluren waktu
Selang waktu yang diperoleh cahaya untuk menempuh lintasan ACB
‘Akarkan kedua ruas dan masukkan persamaan Af, =2! maka akan diperoleh
(6-8)
dengan Ar = selang waktu yang terukur oleh pengamat yang bergerak
Trang 21
dengan Ar = selang waktu yang terukur oleh pengamat yang bergerak
dengan kelajuan y terhadap kejadian, dan
Ai, = selang waktu yang terukur oleh pengamat yang diam
terhadap kejadian
về
Persamaan (8-8) menunjukkan bahwa Ar> As, karena \ SE <1,
Dengan kata lain, waktu yang terukur oleh pengamat yang bergerak dengan
kelajuan v terhadap kejadian lebih lama (mulur) dari waktu yang terukur oleh
pengamat yang diam terhadap kejadian Persamaan (8-8) dikenal sebagai
pemuluran waktu (time dilation) Waktu yang terukur oleh pengamat yang diam
terhadap kejadian (As, ) disebut waktu benar atau waktu proper (proper time)
Seorang pengamat mengukur periode ayunan bandul di laboratorium dan hasilnya adalah 2 sekon, Berapa periode bandul yang terukur oleh pengamat lain yang berada didalam pesawat angkasa jika pesawat tersebut bergerak dengan kelajuan 0,6c terhadap laboratorium?
Jawab
Diketahui: Af, = 2 sekon
Periode bandul yang terukur oleh pengamat yang bergerak dengan kelajuan 0,6c terhadap laboraturium adalah
At, 2s 2s 2s “= = Beatin
YL 06 Vì 026 Oo 0
"na
At=
Sebuah lapangan sepak bola berukuran panjang 110 m dan lebar 110 m Sebuah pesawat angkasa bergerak sejajar panjang lapangan dengan kecepatan 0,80c Tentukan luas lapangan yang terukur olely pilot pesawat
Jawab
Karena pesawat bergerak sejajar panjangnya, berarti pesawat bergerak tegak lurus lebarnya Dengan demikian, hanya panjang lapangan yang berubah, sedangkan lebarnya tidak Diketahui panjang lapangan adalah L,, = 110 m dan lebarnya L,, =
90 m Panjang lapangan yang terukur oleh pilot yang bergerak dengan kelajuan
v = 08c adalah
L=L„.J1 -5Š =(I0m)h -627 =(110m)(0,6)= 66m
Dengan demikian, luas lapangan yang terukur oleh pilot adalah
A =L„L =(90m)(66) = 5.940 mỶ
Praktis Belajar Fisika - Trang 216
Trang 34 Massa dan Momentum Relativistik
‘Sebelum teorirelativitas diajukan, massa benda merupakan besaran yang dianggap tetap Akan tetapi, menurut teori relativitas Einstein, massa benda
‘yang bergerak dengan kecepatan v akan berubah menurut persamaan berikut
(6-10)
Dengan demikian, momentum benda yang bergerak memenuhi
mạ p=m.=
6-1)
dengan: p = momentum relaivisik (N9),
ơn = massa relativisik (kg), dan
an, = massa diam (kg)
Persamaan (8-10) menunjukkan bahwa massa benda yang bergerak menjadi lebih besar daripada massa diamnya.